Asma ul Husnah : 99 Nama Allah

1. AR-RAHMAN :

Maha Pemurah kepunyaan-Nya, yang merepresentasikan limpahan Rahmat-Nya kepada segenap mahluk-Nya, ’untuk kesejahteraan dan keselamatan mahluknya mengarungi kehidupan dunia’.

2. AR-RAHIEM :

Maha Penyayang kepunyaan-Nya, yang merepresentasikan limpahan Rahmat-Nya kepada yang beriman dari golongan Jin dan Manusia, ’untuk kesejahteraan dan keselamatan di akhirat’.

3. AL-MALIK :

Maha Menguasai kepunyaan-Nya, yang merepresentasikan kekuasaan-Nya terhadap seluruh alam (Alam sebelum kelahiran, Alam dunia beserta isinya, Alam Akherat)

4. AL-QUDDUS:

Yang Maha Suci dari Sifat Kekurangan. Atau Yang Maha Kudus.

5. AS-SALAAM:

Yang Maha Sejahtera (memberi keselamatan). Yang Maha Suci dari Sifat Buruk. “Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal.”

6. AL-MUKMIN:

Yang membenarkan rasul-rasul-Nya dan menepati Janji-Nya; Yang Memberi keamanan kepada Makhluk-Nya. Atau Maha Pelindung Iman, atau Maha Pelindung Mukminin. Dia mengaktifkan Nama ini di dalam diri mukminin sehingga terpelihara imannya.

7. AL-MUHAIMIN:

Yang memperhatikan, menjaga, serta menaungi Hamba-Hamba-Nya dalam segala keadaan. Atau Yang Maha Pelindung, khususnya Pelindung iman.

8. AL-AZIZ:

Yang Maha Kuat dan Mengalahkan segala sesuatu dan tidak dapat dikalahkan oleh apapun. Atau Yang Maha Mulia, atau pun Yang Maha Jaya.

9. AL-JABBAR:

Yang dapat Memaksakan Kehendak-Nya atas semua Makhluk-Nya; Yang Maha Perkasa. Yang Kehendak-Nya tidak terkalahkan atau diingkari.

10. AL-MUTAKABBIR:

Yang patut Dipuja karena Keagungan Sifat-Sifat-Nya; Yang Memiliki Kebesaran. Atau Yang Maha Bangga, atau Yang Maha Agung. Hanya Tuhan, Yang Berkuasa atas segala Hidup, berhak berbangga.

11. AL-KHALIK:

Yang Maha Pencipta. Yang Maha Kuasa Menciptakan segala sesuatu, seluruh alam semesta, dan segala Makhluk di dalamnya.

12. AL-BARI’:

Yang menjadikan segala sesuatu. Atau Yang Maha Pengembang. Tuhan merencanakan Makhluk-Nya dan menuntunnya melalui tahap-tahap dalam proses perkembangannya.

13. AL-MUSHAWWIR:

Yang Memberi Rupa dan Bentuk kepada segala sesuatu. Secara aktif, Tuhan mencetak segala sesuatu dan membentuknya seraya Ciptaan-Nya menempuh segala tahap dalam proses perkembangannya.

14. AL-GHAFFAR:

Yang Maha Kuasa Menutupi segala kesalahan Hamba-Hamba-Nya dengan mengampuni dosa-dosa mereka. Melalui Kuasa Nama ini, Tuhan mengampuni orang yang berdosa.

15. AL-QOHHAR:

Yang dapat Menaklukkan segala sesuatu; Yang dapat Memaksakan segala yang menjadi Kehendak-Nya. Atau Yang Maha Penekan. Tuhan menaklukan dan mengakhiri segala sesuatu.

16. AL-WAHHAB:

Yang Maha Kuasa Memberi segala sesuatu kepada Makhluk-Nya. Tuhan memberi Kurnia-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya.

17. AR-ROZZAQ:

Yang Memberi Rezeki. Tuhan adalah satu-satunya Pemberi Rezeki.

18. AL-FATTAH:

Yang Maha Kuasa Membuka Perbendaharaan Rahmat-Nya kepada semua Makhluk. Tuhan jualah yang membuka jalan ke arah segala pengembangan.

19. AL-‘ALIEM:

Yang Maha Mengetahui. Atau Yang Serba Mengetahui. Tiada suatu pun yang luput dari Pengetahuan-Nya.

20. AL-QOBIDH:

Yang Maha Kuasa Menyempitkan. Dia yang menyempitkan atau menyusutkan sesuatu untuk mempersulit urusan Makhluk-Nya.

21. AL-BASITH:

Yang Maha Kuasa Melapangkan. Dia yang mempermudah segala urusan Makhluk-Nya atau sebaliknya membiarkan mereka berkembang.

22. AL-KHOFIDH:

Yang Maha Kuasa Merendahkan Martabat sesiapa yang dikehendaki-Nya.

23. AR-ROFI’:

Yang Maha Kuasa Mengangkat Martabat sesiapa yang dikehendaki-Nya.

24. AL-MU’IZZ:

Yang meninggikan derajat sesiapa yang dikehendaki-Nya.

25. AL-MUDZILL:

Yang menghinakan kedudukan sesiapa yang dikehendaki-Nya. Yang mampu meninggikan martabat juga mampu menurunkannya.

26. AS-SAMIE’:

Yang Maha Mendengar. Tiada suatu pun yang luput dari Pendengaran-Nya.

27. AL-BASHIER:

Yang Maha Melihat. Tiada suatu pun yang luput dari Pengamatan-Nya.

28. AL-HAKAM:

Yang menetapkan Keputusan-Nya atas segala sesuatu. Tuhan adalah Hakim seluruh umat manusia, terutama pada Hari Kiamat.

29. AL-‘ADLU:

Yang Maha Adil. Tuhan adil dalam Keputusan-Nya dan membagikan hukuman dan pahala dengan segala cermat-Nya, sehingga di seluruh alam semesta, termasuk Keputusan-Nya, tidak terdapat ketimpangan atau deviasi yang kecil sekali pun.

30. AL-LATHIEF:

Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang samar dan pelik. Yang bersifat santun dan lembut kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia yang Maha Pemurah, mengagumkan, dan terlalu halus untuk dilihat dengan mata kepala. (“Tuhan Allah sulit ditebak, tetapi Ia tidak jahat.” Albert Einstein.

31. AL-KHOBIER:

Yang Maha Mengetahui Hakikat segala sesuatu. Karena Ia Maha Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar, niscaya Tuhan memantau segala kejadian.

32. AL-HALIEM:

Yang tetap dapat menahan amarah. Atau Yang Maha Lemah Lembut. Atau Yang Maha Penyabar. Tuhan baru tega menghukum bila digusarkan terus-menerus.

33. AL-‘ADHIEM:

Yang Maha Besar; Yang Maha Luhur; Yang Maha Agung. Ia Raja alam semesta dan Maha Besar dari sudut martabat.

34. AL-GHAFUR:

Yang Maha Pengampun. Dia memaafkan segala dosa yang disesali pelakunya.

35. ASY-SYAKUR:

Yang Maha Mensyukuri Hamba-Hamba-Nya yang taat dengan memberikan pahala atas setiap perbuatan yang baik.. Tuhan menerima syukur mereka yang bersyukur kepada-Nya. Sampai tingkat tertentu, Ia sekali gus pengucap syukur serta perbuatan mengucapkan syukur.

36. AL-‘ALIY:

Yang Maha Tinggi Martabat-Nya. Ia Tuhan Yang bertakhta jauh-jauh di atas.

37. AL-KABIER:

Yang Maha Besar. Ia teramat Besar dari sudut ukuran ruang dan waktu.

38. AL-HAFIEDZ:

Yang Memelihara dan Menjaga semua Makhluk-Nya. Ia melindungi segala sesuatu, terutama Sabda-Nya (Alquran), sampai tiba ajalnya, dengan pengertian bahwa Alquran akan bertahan sampai akhir segala zaman.

39. AL-MUQIET:

Yang Menjadikan segala apa yang dibutuhkan oleh Makhluk-Makhluk-Nya., seperti makanan, minuman dan sebagainya. Atau Yang Maha Pemelihara. Di antara ketiga fase hidup (Kreasi, Hidup, dan Pemusnahan), Nama ini bertalian dengan fase kedua.

40. AL-HASIEB:

Yang memberi kecukupan dengan kadar perhitungan yang tepat. Juga berarti Juru Hitung, yang menunjukkan bahwa Tuhan mencipta berdasarkan perhitungan yang amat sangat halus (oleh Al-Muhshi).

41. AL-JALIEL:

Yang memiliki segala Sifat kebenaran dan kebesaran. Juga menyangkut segi Ilahi sebagai Yang Maha Pemurka.

42. AL-KARIEM:

Yang Maha Mulia, yang melimpahkan karunia kepada Makhluk-Makhluk-Nya tanpa diminta sebelumnya. Karena Ia jua yang memberikan kita segala milik yang kita punyai, maka Kemurahan-Nya tak terhingga.

43. AR-RAQIEB:

Yang Selalu Mengawasi dan Memperhatikan segala sesuatu, dan tiada suatu pun yang luput dari Pegawasan-Nya. Ia memantau, menyelia, dan mengontrol. (Banyak di antara penemuan teknologi mutakhir menjelmakan Nama ini.)

44. AL-MUJIEB:

Yang dapat mengabulkan doa Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha Pengabul Doa.

45. AL-WASI’:

Yang Maha Luas Kekayaan-Nya dan Pemberian-Nya kepada Hamba-Hamba-Nya. Yang Maha Besar dari sudut keluasan atau permuaian.

46. AL-HAKIEM:

Yang Maha Bijaksana. Ia Asal-Usul, Pemilik, dan Pembagi segala sifat kearifan.

47. AL-WADUD:

Yang Mencintai dan Mengasihi. Tuhan adalah Cinta Kasih dan Pembagi-nya—Pengasih, Kasih, dan Kekasih.

48. AL-MAJIED:

Yang Maha Mulia dan Maha Besar Kemurahan-Nya kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia teramat Ajaib dan patut dipuja, dan oleh karena itu paling patut diagungkan.

49. AL-BA’ITS:

Yang Maha Kuasa Membangkitkan sesiapa yang sudah wafat. Tuhan membangkitkan ahli kubur pada Hari Kiamat. Ia juga menciptakan hidup baru dan menghidupkan kembali segala sesuatu yang hanya dikira mati.

50. ASY-SYAHIED:

Yang menyaksikan segala sesuatu. Karena Ia Yang Serba Sadar dan Yang Maha Pengawas, maka Tuhan adalah Saksi akan segala kejadian sejagat raya, termasuk perbuatan kita yang kecil sekali pun.

51. AL-HAQ:

Yang Haq; Yang Maha Benar; Yang Menunjukkan Kebenaran. Ia inti terdalam seluruh alam dan sama sekali luput dari segala sifat dusta dan kesilapan.

52. AL-WAKIEL:

Yang dapat mengurusi dan menyelesaikan segala urusan Hamba-Hamba-Nya. Melalui Nama ini kita percaya kepada Tuhan, dan melalui Nama ini Ia memberi rezeki asalkan kita telah berusaha sendiri (memenuhi kewajiban dan mengambil tindakan pencegahan seperlunya).

53. AL-QOWIYU:

Yang Maha Kuat lagi Perkasa. AtauYang Tak Terbatas.

54. AL-MATIEN:

Yang Maha Kokoh dan Maha Sempurna Kekuatan-Nya. Ia Yang Bertahan, yang Maha Melawan, atau Yang Maha Pemberani. (Nama ini terwujud dalam bahan adikeras sebangsa intan.)

55. AL-WALIYU:

Yang Maha Melindungi dan Menolong serta membela Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha Sahabat lagi Pelindung. Tuhan merupakan Sahabat setia terhadap segenap Sahabat-Nya

56. AL-HAMIED:

Yang Patut dipuja dan dipuji. Segala puja dan puji adalah Milik-Nya jua.

57. AL-MUHSHI:

Dengan Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, Dia menghitung dan memelihara segala ada, baik yang besar maupun yang kecil sekali pun, hingga tiada suatu pun yang luput dari Perhitungan dan Pemeliharaan-Nya. Atau Yang Maha Penghitung atau pun Yang Maha Perancang. Ia sumber ilmu matematika, dan oleh sebab itu sumber segala ilmu pengetahuan alam (lihat juga Al-Hasieb). Menurut Leopold Kronecker, seorang ahli matematika tersohor, “Tuhan hanya menciptakan nomor; selain itu, segala sesuatu adalah ciptaan manusia.” Atau, yang lebih tepat, di alam semesta ini Tuhan mewujudkan ilmu matematika-Nya yang tinggi serta Kalkulasi dan Proporsi Ilahi, sehingga tugas manusia ialah hanya menemukan dan meniru Kemuliaan-Nya.

58. AL-MUBDI’U:

Yang menjadikan segala sesuatu dari tiada. Segala apa yang diambil oleh Tuhan dapat dikembalikan-Nya.

59. AL-MU’IED:

Yang mengembalikan lagi segala sesuatu yang telah lenyap. Melalui Kekuatan Nama ini, semua doa kita untuk arwah tercinta yang telah tiada akan dikabulkan oleh-Nya pada Hari Kebangkitan.

60. AL-MUHYI:

Yang Maha Kuasa Menghidupkan segala sesuatu yang sudah mati. Ia memberi hayat kepada segala Makhluk hidup.

61. AL-MUMIET:


Yang Maha Kuasa mematikan apapun yang hidup. Atau Yang Maha Pencipta Maut, atau Yang Maha Pemusnah. Segala sesuatu yang hidup akhirnya ditakdirkan mati oleh-Nya.

62. AL-HAYYU:


Yang Maha Tetap Hidup. Hanya Tuhan jualah yang mempunyai Hidup abadi, karena Ia tidak lahir dan tidak mati pula.

63. AL-QOYYUM:


Yang berdiri sendiri dan tetap mengurusi Makhluk-Makhluk-Nya. Ia untuk selama-lamanya berdiri tegak, siaga, dan awas.

64. AL-WAAJID:


Yang Maha Kaya dengan Penemuan dan dapat melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki. Ia memberi bentuk badani kepada segala sesuatu yang terdapat di dunia ini.

65. AL-MAAJID:


Yang Mempunyai Kemuliaan dan Maha Tinggi dari segala Kekurangan. Satu-satunya Ada yang patut diagungkan.

66. AL-WAAHID:


Yang Maha Tunggal. Atau Yang Maha Tersendiri dalam bentuk dan jenis. Atau Yang Maha Pemersatu. Segala kelipat-gandaan tersatu di dalam Diri-Nya.

67. AL-AHAD:


Yang Maha Esa. Yang Maha Tunggal, tanpa salinan, (maksudnya tidak ditinjau dari sudut urutan angka matematika, tetapi sebagai “Ia Yang tidak diserupai oleh sesama satu pun.”)

68. ASH-SHOMAD:


Yang menjadi tujuan segala makhluk dan tempat meminta sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka. Atau Yang Maha Abadi. Segenap Makhluk menyeru-Nya dalam kekurangan, dan Dia, yang bebas dari segala kebutuhan, menyediakan kebutuhan mereka.

69. AL-QODIR:


Yang sanggup melaksanakan semua hal yang dikehendaki. Tuhan Maha Kuasa. (Sezarah dari segala Sifat Nama ini terwujud pada laut lepas, ilmu Ilahi, dan bidang keuangan.)

70. AL-MUQTADIR:


Yang sangat berkuasa. Kekuasaan-Nya menguasai segala yang kuasa.

71. AL-MUQODDIM:


Yang Maha Kuasa Mendahulukan. Atau Yang Maha Pemercepat. Bila dikehendaki-Nya, Tuhan sanggup mempercepat segala urusan.

72. AL-MU’AKHKHIR:


Yang Maha Kuasa Mengakhirkan. Atau Yang Maha Pemerlambat. Sebaliknya, Ia sanggup memperlambat segala urusan.

73. AL-AWWAL:


Yang pertama Ada-Nya sebelum segala sesuatu ada.

74. AL-AAKHIR:


Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah (berakhir).

75. ADH-DHAHIR:


Yang Lahir – Yang dapat dilihat kekuasaan-Nya. Segala sesuatu yang ada di luar.

76. AL-BATHIN:


Yang Batin – Yang tidak dapat dilihat Zat-Nya. Segala sesuatu yang ada di dalam.

77. AL-WAALI:


Yang mengendalikan dan menguasai segala macam urusan Makhluk-Nya. Direktur seluruh alam.

78. AL-MUTA’AAL:


Yang Pencapaian-Nya berada di puncak ketinggian yang amat tinggi dan tidak dapat diatasi atau dilampaui oleh siapa atau apa pun.

79. AL-BARRU:


Yang Maha Baik dan membuat segala macam kebajikan. Sumber segala kebaikan. Segala sesuatu yang baik berasal dari-Nya.

80. AL-TAUWAAB:


Yang menerima tobat dan memberi maaf kepada Makhluk yang berdosa. Setelah menerima tobatnya, Ia mengampuni mereka.

81. AL-MUNTAQIM:


Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya yang bersalah dengan menyiksa. Tuhan tidak meridai perbuatan jahat, dan lambat laun mesti membalas dendam-Nya.

82. AL-AFUWWU:


Yang Maha Memberi Maaf, asalkan pendosa bertobat.

83. AR-RO’UF:


Yang Maha Belas Kasih dan Penyayang. Belas Kasih ialah Tanda-Nya.

84. MALIKUL-MULKI:


Yang memiliki segala kekuasaan di alam ini, dan dengan Kekuasaan-Nya melaksanakan segala hal yang dikehendaki. Atau Pemilik Kerajaan. Atau Pemilik Abadi segala Kedaulatan. Atau pun Pemilik Kerajaan Allah.

85. DZUL JALAALI wal IKROM:


Yang memiliki sifat Kebesaran, Keagungan, Kemuliaan, serta Kemurahan. Tuhan Segala Keagungan dan Kemurahan. Dia Lebih Besar, Penuh Rahmah, dan Maha Pemurah.

86. AL-MUQSITHU:


Yang Maha Adil dalam Hukum-Nya. Ilmu ekonomi juga berasal dari Nama ini. Ekonomi Ilahi bersifat adil dan cermat.

87. AL-JAAMI’U:


Yang dapat mengatur dan mengumpulkan segala sesuatu. Tuhan mempersatukan segala sesuatu (yang beraneka segi) di dalam Diri-Nya.

88. AL-GHONIYYU:


Yang tidak membutuhkan sesuatu apapun. Yang Maha Mandiri. Sedemikian agung Kekayaan-Nya sehingga besarnya seluruh alam semesta ibarat kepala peniti saja.

89. AL-MUGHNI:


Yang dapat memberikan segala kebutuhan Makhluk dan Maha Kuasa Memberikan Kekayaan kepada Hamba-Nya. Ia melimpahkannya kepada siapa saja menurut Kehendak-Nya.

90. AL-MAANI’U:


Yang dapat mencegah dan mempertahankan sesuatu. Pada akhirnya, hanya Tuhan jualah yang mampu menahan sesuatu sehingga batal.

91. ADH-DHAARRU:


Yang dapat mendatangkan bahaya dan memberikan kemelaratan. Hanya Tuhan jualah yang mampu mengganggu atau menyusahkan Makhluk-Nya.

92. ANN-NAAFI’U:


Yang dapat memberikan manfaat. Atau Yang Maha Menguntungkan. Hanya Tuhan jualah yang mampu menolong atau menyembuhkan Makhluk-Nya.

93. AN-NURU:


Yang memberi cahaya kepada segala sesuatu. “Allah yang menerangi langit dan bumi.” (Q24.35) Makhluk pertama ialah Nur Ruh Muhammad, yang muncul dari Nur Ilahi Yang Purba. Itu berarti bahwa Rasul adalah Makhluk yang terdekat pada Tuhan, dilihat dari sudut ontologis (hakikat hidup), dan tidak hanya dari sudut temporal (berkenaan dengan waktu).

94. AL-HAADI:

Yang memberi petunjuk. Tuhan dapat menuntun kita sepanjang jalan yang lurus (atau benar).

95. AL-BADIE’U:

Yang menciptakan alam semesta dalam bentuk yang indah yang belum pernah dibuat oleh siapa pun. Atau Yang Tiada Bertara. Ia yang menimbulkan segala sesuatu.

96. AL-BAQI:

Yang Maha Kekal Wujud-Nya. Atau Maha Selamat. Atau Yang Maha Tetap. Meskipun segala sesuatu akan habis, tetapi Ia takkan berkesudahan.

97. AL-WARITSU:

Yang tetap ada setelah segala makhluk tiada. Atau Yang Maha Waris. Pada saat segala sesuatu kembali kepada-Nya, Ia akan berada di tempat untuk menerimanya.

98. AR-ROSYIEDU:

Yang Maha Pandai dan Bijaksana. Atau Yang Maha Penyuluh. Atau Yang Maha Pemandu yang merintis Jalan yang Benar. Nama ini dikaruniakan kepada segenap nabi, rasul, wali Allah, ahli hikmah, dan syekh yang patut dipercaya.

99. ASH-SHOBURU:

Yang Maha Sabar. Tuhan adalah sumber segala Kesabaran. Banyak Nama-Nya, namun Dia telah ridha mengungkapkan yang di atas kepada Hamba-Hamba-Nya sebagai Nama-Nya yang paling berguna baginya.

Disadur kembali oleh : Budi

Iklan

Merenungi Samudera Makna Surah Al-Ashr

Isi surat :

  1. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. وَالْعَصْرِ : Demi masa.
  3. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ : Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
  4. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ : kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

 

 

Adalah Imam Asy-Syafi’I rahimahullah pernah berkata bahwa jikalau semua manusia senantiasa merenungkan samudera makna yang terkandung dalam surah al-ashr ini, maka cukuplah baginya.

 

Baca lebih lanjut

Direktur Itu Bersyahadat

Akhirnya, “wanita menyebalkan” dengan tertawanya yang lepas dan bersuara
keras itu mengucapkan dua kalimah syahadat dan memeluk Islam.


Ketika pertama kali mengikuti kelas the Islamic Forum, wanita ini cukup
menyebalkan sebagian peserta. Pasalnya, orangnya seringkali tertawa lepas,
bersuara keras dan terkadang dalam mengekpresikan dirinya secara
blak-blakan. Bahkan tidak jarang di tengah-tengah keseriusan belajar atau
berdiskusi dia tertawa terbahak. Hal ini tentunya bagi sebagian peserta
dianggap kurang sopan.


Theresa, demikian dia mengenalkan dirinya, sangat kritis dan agresif dalam
menyampaikan pandangan-pandangannya.
“From what I’ve learned I do believe
Islam is the best religion”, katanya suatu ketika. “but why women can not
express themselves freely as men?, lanjutnya.


Dalam sebuah diskusi tentang takdir dan bencana alam, tiba-tiba Theresa
menyelah “wait..wait.what? I don’t think God will allow people to suffer”.
Ternyata maksud Theresa adalah bahwa Allah itu Maha Penyayang dan tidak
mungkin akan menjadikan hamba-hambaNya menderita.
Dia menjelaskan bahwa
tidak mungkin bisa disatukan antara sifat Allah Yang Maha Pemurah dan
penyayang dan bencana alam yang terjadi di berbagai tempat.


Biasanya saya memang tidak terlalu merespon secara serius terhadap
pertanyaan atau pernyataan si Theresa tersebut. Saya tahu bahwa dia memang
memiliki kepribadian yang lugas dan apa adanya, dan sangat cenderung untuk
merasionalisasi segala hal. Belakangan saya tahu bahwa Theresa dengan nama
akhir (last name) Gordon, ternyata adalah direktur sebuah rumah sakit swasta
di Manhattan. Kedudukannya itu menjadikannya cukup percaya diri dan berani
dalam mengekspresikan dirinya.


Namun dalam tiga minggu sebelum Ramadan lalu, terjadi perubahan drastis pada
sikap dan cara bertutur kata Theresa. Kalau biasanya tertawa terbahak apa
adanya, dan bahkan tidak ragu-ragu memotong pembicaraan atau
penjelasan-penjelasan saya dalam diskusi-diskusi di kelas, kini dia nampak
lebih kalem dan sopan.
Hingga suatu ketika dia bertanya: “Is it true that
Islam does not allow the women to laugh loudly?” Saya mencoba menjelaskan
kepadanya: “It depends on its context” jawabku.


“Some women or people laugh loudly for no reasons but an expression of bad
attitude. But some others do laugh because that is their nature”, jelasku.


Maksud saya dalam penjelasan tersebut, jangan-jangan Theresa sering tertawa
keras dan apa adanya memang karena tabiatnya. Bukan karena prilaku yang
salah. Kalau memang itu sudah menjadi bagian dari tabiatnya, tentu tidak
mudah merubahanya. Sehingga kalau saya terfokus kepada masalah ketawa,
jangan-jangan dia terpental dan lari dari keinginannya untuk belajar Islam.


Suatu hari Theresa meminta waktu kepada saya setelah kelas. Menurutnya ada
sesuatu yang ingin didiskusikan. Setelah kelas usai saya tetap di tempat
bersama Theresa. “I am sorry Imam” katanya.
“Why and what is the reason for
the apology?”, tanyaku. “I think I’ve been impolite in the class in the
past”, katanya seraya menunduk. “Sister Theresa, I have been teaching in
this class for almost 7 years. Alhamdulillah, I’ve received many people with
many backgrounds. Some people are very quite and some others are the
opposite”, jelasku. “But I always keep in mind that people have different
ways of understanding things and different ways of expressing things”,
lanjutku.


Saya kemudian menjelaskan kepadanya karakter manusia dengan merujuk kepada
para sahabat sebagai contoh. Di antara sahabat-sahabat agung Rasulullah SAW
ada Abu Bakar yang lembut dan bijak, tapi juga ada Umar yang tegas dan penuh
semangat. Ada Utsman yang juga lembut dan sangat bersikap dewasa, tapi juga
ada Ali yang muda tapi tajam dalam pandangan-pandangannya.
“Even between
themselves, they often involved in serious disagreement”, kataku.
Tapi
mereka salaing mamahami dan saling menghormati dalam menyikapi
perbedaan-perbedaan yang ada.


“Do you think I will be able to change?”, tanyanya lagi. Saya berusaha
menjelaskan bahwa memang ada hal-hal yang perlu dirubah dari cara bersikap
dan bertutur kata, dan itu adalah bagian esensial dari ajaran agama Islam.
Tapi di sisi lain, saya ingin menyampaikan bahwa dalam melakukan semua hal
dalam Islam harus ada pertimbangan prioritas.
“I am sure, one day when you
decide to be a Muslim, you will do so”, motivasi saya. “But don’t expect to
change in one day”, lanjutku.


Hampir sejam kami berdialog dengan Theresa. Ternyata umurnya sudah mencapai
kepala 4. Bahkan Theresa adalah seorang janda beranak satu wanita dan sudah
menginjak remaja.


Hari-hari Theresa memang sibuk Sebagai direktur rumah sakit di kota besar
seperti Manhattan, tentu memerlukan kerja keras dan pengabdian yang besar.
Tapi hal itu tidak menjadikan Theresa surut dari belajar Islam. Setiap hari
Sabtu pasti disempatkan datang walaupun terlambat atau hanyak untuk sebagian
waktu belajar.


Sekitar dua minggu sebelum Idul Adha, Theresa datang ke kelas sedikit lebih
awal dan nampak berpakaian rapih. Selama ini biasanya berkerudung untuk
sekedar memenuhi peraturan mesjid, tapi hari itu nampak berpakaian Muslimah
dengan rapih.
“You know what, I’ve decided to convert”, katanya memulai
percakapan pagi itu. “Alhamdulillah. You did not decide it Sister!”, kataku.
“When some one decides to accept Islam, it’s God’s decision”, jelasku.

Beberapa saat kemudian beberapa peserta memasuki ruangan. Saya menyampaikan
kepada mereka bahwa ada berita gembira.
“A good news, Theresa have decided
to be a Muslim today”.
Hampir saja semua peserta yang rata-rata wanita itu
berpaling ke Theresa dan menyalaminya.
“So the big lady will be a Muslim?”,
kata salah seorang peserta. Memang Theresa digelari “big lady” karenanya
sedikit gemuk.


Menjelang shalat Dhuhur, saya meminta Theresa untuk mengambil air wudhu.
Sambil menunggu adzan Dhuhr, saya kembali menjelaskan dasar-dasar islam
secara singkat serta beberapa nasehat kepadanya. Saya juga berpesan agar
kiranya Theresa dapat menggunakan posisinya sebagai direktur rumah sakit
untuk kepentingan Islam. “Insha Allah!”, katanya singkat.


Setelah adzan dikumandangkan saya minta Theresa untuk datang ke ruang utama
masjid. Di hadapan ratusan jama’ah, Theresa mempersaksikan Islamnya: “Laa
ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah”.
Allahu Akbar!


New York, December 24, 2007


M. Syamsi Ali, MA., Lc.

Disadur kembali oleh : Ita Rosita


* Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di www.hidayatullah.com

1 Muharam 1429 – Ngapain ya kita ???

MUHARAM adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah).

 

Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, perkiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

 

Pada asasnya, Muharam membawa maksud ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’, yaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak permusuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.

doa-muharram.jpg

Doa akhir tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:”Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua.


Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun.

 

Peristiwa-peristiwa penting :

  1. 1 Muharam – Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.
  2. 10 Muharam – Dinamakan juga hari ‘Asyura’. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran.

 

Pada 10 Muharam juga telah berlaku:

  1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah.
  2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
  3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
  4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
  5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
  6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
  7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah.
  8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
  9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
  10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
  11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
  12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
  13. Hari pertama Allah menciptakan alam.
  14. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
  15. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
  16. Allah menjadikan ‘Arasy.
  17. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
  18. Allah menjadikan alam.
  19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
  20. Nabi Isa diangkat ke langit

 

Wassalam,

Nurul Huda

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. !

Saat ini almanak tahun 2007 telah diturunkan, tanggalan baru tahun 2008 sudah mulai dipasang, tentunya juga dengan rencana dan motivasi baru.Hadapi tahun depan dengan optimis yang pasti kita akan jalani, tinggalkan masa lalu karena tak kan mungkin kembali terjadi. Siap menyongsong sukses, baik Sukses Pribadi, Keluarga, Pekerjaan dan hal-hal lainnya, terkhusus juga SUKSES untuk PT BALINDO, PT CHI INDONESIA, PT MBC, PT METRO GROUP dan Perusahaan lain yang tergabung dalam BALINDO GROUP.

Bersamaan dengan tahun baru 2008 ini juga, kami dari Pengurus Mushollah ‘Nurul Iman’ mencoba membuat sebuah wahana komunikasi berbentuk Weblog untuk sharing diantara kita sesama muslim khususnya, juga umumnya sesama karyawan di lingkungan Balindo Group.

Sangat dipersilahkan kepada teman-teman semua untuk mengisinya; kirimkan artikel, berita dan lain-lai, bahkan Saran dan Kritik yang membangun juga boleh. Pada kesempatan tertentu kami akan memberikan apreciate/penghargaan bagi yang aktif di Weblog kita ini.

Akhir kata, selamat menjalankan rencana dan agenda baru di tahun 2008 ini, semoga Sukses dan Berkah-Nya senantiasa bersama kita semua. Amien.

dodi.jpg